+62-274-4290-120 info@jobkorea.co.id
Select Page
Bangsa Tunggal

Republik Korea merupakan negara bangsa tunggal. Akhir-akhir ini jumlah orang asing yang tinggal di Korea semakin meningkat, maka memperlihatkan kecenderungan untuk menjadi negara multibangsa, namun Korea secara dasarnya bersifat kuat sebagai negara bangsa tunggal. Meskipun demikian, bangsa Korea tidak eksklusif, tetapi berusaha aktif menerima warga asing.

Bangsa Korea
  • Definisi

Bangsa Korea menunjuk bangsa yang memakai bahasa Korea dan hidup di bagian timur Manchuria, yaitu semenanjung Korea. Bangsa Korea tergolong ras kulit kuning dan bahasa Korea tergolong dalam rumpun bahasa Altaik.

  • Asal-muasal

Salah satu suku Ye Maek diantara suku Tungusik di masa kuno di wilayah Asia, berkembang menjadi bangsa Korea. Suku Ye Maek maju ke bagian timur dari daratan di zaman Batu Baru, kemudian bermukim di kawasan berbukit semenanjung Korea dan bagian timur Sungai Amur. Menurut catatan Cina, bangsa Korea dicatat dengan ‘Dongi’. Sebagai suku totem yang memuja beruang, bangsa Korea bekerja di bidang pertanian dan perburuan, namun makin lama makin mapan sebagai bangsa pertanian. Negara pertama adalah Kojosun yang didirikan oleh Dangun.

Korea sebagian besar etnis homogen dan memiliki bentuk mereka sendiri tulisan yang disebut Hangeul. Lahir dengan bintik-bintik Mongolia, Korea diyakini keturunan beberapa suku Mongol yang bermigrasi node Semenanjung Korea dari Asia Tengah. Pada zaman dahulu, Korea percaya perdukunan, bentuk primitif dari yang memiliki akar agama dalam keyakinan rakyat. Dengan diperkenalkannya Buddhisme ke Goguryeo Raya di 372 AD, Buddhisme mulai berkembang di Korea. Akibatnya, ada banyak bangunan tua Buddha dan patung di seluruh Semenanjung Korea. Beberapa yang paling terkenal termasuk Kuil Haeinsa, yang merupakan tempat Tripitaka Koreana (koleksi kitab Buddha diukir di lebih dari 80.000 woodblocks; Memory UNESCO of the World), Seokguram Grotto (UNESCO World Heritage), dan Bulguksa Temple (UNESCO World Heritage) di Gyeongju. Kristen pertama mencapai Korea sekitar node-abad 18, jumlah dan dengan orang Kristen telah cepat meningkat sejak saat itu.
Warga Emigran
  • Konsep Bangsa Tunggal Yang Semakin Berubah

Setelah jumlah emigran sekarang ini meningkat, istilah ‘bangsa tunggal’ juga berubah dari makna yang tertutup di masa kuno, menjadi makna yang terbuka di masa modern. Dengan kata lain, konsep bangsa tunggal di Korea bermakna menjadi harmonis sambil hidup bersama tanpa perbedaan warna kulit, dan negara asal.

  • Emigran setelah Menikah dan Tenaga Kerja Asing

Para emigran terdiri dari warga yang menikah dengan warga Korea dan tenaga kerja asing. Mereka yang datang ke Korea untuk mewujudkan ‘Korean Dream’, semakin mapan sebagai unsur pokok masyarakat Korea setelah bekerja dan membentuk keluarga baru. Menurut Direktorat Jendral Statistik Nasional Korea, 39 ribu 700 warga Korea menikah dengan warga asing di tahun 2006 dan menempati 11,9% dari seluruh pernikahan di Korea.

  • Jumlah Orang Asing yang Tercatat (unit = orang)*

* Jumlah warga asing yang tinggal di Korea di tahun 2007 melebihi satu juta orang termasuk orang yang belum dicatat, dan sekitar 20% diantaranya diramalkan orang yang tinggal secara ilegal di Korea.

source :
http://www.visitkorea.or.id/bbs/page.php?hid=informasi_umum
http://hangguk.com/tentang-korea-2/warga-korea/