+62-274-4290-120 info@jobkorea.co.id
Select Page
Magang Jepang
Slider

Magang Jepang adalah suatu program belajar sambil praktek kerja yang di lakukan bagi para lulusan SLTA sederajat di Negara Jepang. Program ini dilaksanakan oleh kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang yang disebut dengan Program IM JAPAN yang di selenggarakan oleh Disosnakertrans propinsi di seluruh Indonesia.

Program pemagangan ini pun dilaksanakan oleh Perusahaan-perusahaan dan atau LPK (Lembaga Pelatihan Kerja) swasta yang sudah mendapatkan izin dari Kementerian RI Bidang Lattas Pemagangan.

Perusahaan ataupun LPK yang bisa mengirimkan Pemagang Ke Jepang biasa di sebut dengan Sending Organization (SO). Dan di Indonesia ini selain Dinsosnakertrans RI ada juga sekitar 92 Sending Organization (SO) yang bisa mendidik dan mengirimkan anda ke Jepang Sebagai Pemagang (Trainee).

Adapun lamanya waktu menjadi Pemagang di Jepang adalah bervariasi tergantung dari pihak perusahaan penerima di Jepang. Ada yang 1 (satu) tahun, ada yang 3 tahun, ada pula yang 5 (3+2) tahun khusus yang bagian genba (lapangan). Jadi sebelum anda mengikuti program magang Jepang ini silahkan cari informasi yang akurat tentang program tersebut di Dinsosnakertrans setempat atau pun di LPK yang resmi yang sudah mendapatkan ijin serta jelas legalitasnya.

1. Sistem Pemagangan Kerja Teknis untuk Orang Asing

“Sistem Pemagangan Kerja Teknis untuk Orang Asing” dimaksudkan agar pekerja asing memperoleh keterampilan dan lain-lain dari industri Jepang dan sebagainya, dan agar mereka memanfaatkan sebaik-baiknya keterampilan yang diperoleh setelah kembali ke negara asal untuk aktif dalam pengembangan industri di negara mereka sendiri. Pemagangan kerja teknis Anda akan dilakukan berdasarkan rencana pemagangan kerja teknis yang dibuat sebelumnya oleh pelaksana pemagangan. Mari bekerja pada pemagangan kerja teknis sambil berpikir dengan keras tentang apa yang harus dilakukan setiap hari untuk mendapatkan keterampilan dan lain-lain yang menjadi target sesuai dengan rencana.

* Target

– Jenis ujian kemampuan yang ditargetkan dalam setiap tingkatan pemagangan kerja teknis.

Pemagangan Kerja Teknis

Ujian Kemampuan yang ditargetkan

Standar Keterampilan dan Pengetahuan yang Dituntut

 

No. 1

Tes Kemampuan dan Keterampilan Teknis Tingkat Dasar (Atau Ujian Evaluasi Pemagangan Kerja Teknis Tingkat Pemula)

Keterampilan dan Pengetahuan dasar yang dibutuhkan untuk memenuhi tugas-tugas mendasar

 

No. 2

Tes Kemampuan dan Keterampilan Teknis Tingkat 3 (Atau Ujian Evaluasi Pemagangan Kerja Teknis Tingkat Khusus)

Keterampilan dan pengetahuan yang biasanya harus dimiliki oleh pekerja teknis di tingkat awal

 

No. 3

Tes Kemampuan dan Keterampilan Teknis Tingkat 2 (Atau Ujian Evaluasi Pemagangan Kerja Teknis Tingkat Atas)

Keterampilan dan standar yang biasanya harus dimiliki oleh pekerja di tingkat menengah

Untuk melakukan Pemagangan Kerja Teknis No. 2 atau Pemagangan Kerja Teknis No. 3, Anda harus lulus ujian pemeriksaan pendahuluan sebagai tujuan yang harus dicapai dari tahap sebelumnya. Walaupun sekali gagal dalam ujian tersebut, masih ada kesempatan sekali lagi, karena itu demi tercapainya tujuan, mari berusaha keras setiap hari dalam pemagangan kerja teknis ini.

  • Pemagangan Kerja Teknis Tahun Pertama “Pemagangan Kerja Teknis 1”

Dalam Pemagangan Kerja Teknis No. 1, pertama-tama, ada kursus setelah memasuki negara Jepang. Dalam kursus ini, Anda akan mempelajari pengetahuan yang diperlukan untuk menjalani pemagangan kerja teknis di Jepang.

Isi dari kursus tersebut secara detail adalah sebagai berikut.

  • Bahasa Jepang
  • Pengetahuan tentang kehidupan umum di Jepang
  • Pengetahuan tentang undang-undang yang diperlukan dalam menjalani pemagangan kerja teknis
  • Pengetahuan yang diperlukan untuk menguasai pemagangan kerja teknis

Setelah itu, dilakukan penguasaan keterampilan dan lain-lain dengan pelaksana pemagangan di bawah kontrak kerja. Apabila ada rencana untuk beralih ke Pemagangan Kerja Teknis No. 2, wajib mengikuti ujian keterampilan teknis dan ujian akademik tertulis tes kemampuan dan ketrampilan teknis (atau ujian evaluasi pemagangan kerja

teknis), dan harus lulus untuk tingkat dasar (atau tingkat pemula)

  • Pemagangan Kerja Teknis Tahun ke-2, Tahun ke-3 “Pemagangan Kerja Teknis 2”

Dalam Pemagangan Kerja Teknis No. 2, untuk mematangkan (memperoleh) keterampilan dan lain-lain yang diperoleh dalam Pemagangan Kerja Teknis No. 1, pada prinsipnya, pemagang akan melanjutkan menerima keterampilan dan lain-lain dari pelaksana pemagangan yang sama.

Pada saat Pemagangan Kerja Teknis No. 2 selesai, wajib mengikuti ujian keterampilan teknis tes kemampuan dan keterampilan teknis (atau ujian evaluasi pemagangan kerja teknis), dan harus menargetkan untuk lulus ujian keterampilan teknis tingkat 3 (atau tingkat khusus).

  • Pemagangan Kerja Teknis Tahun ke-4, Tahun ke-5 “Pemagangan Kerja Teknis 3”

Pemagangan Kerja Teknis No. 3 akan menjadi tahap untuk menguasai keterampilan dan lain-lain yang diperoleh pada Pemagangan Kerja Teknis No. 2, dan pemagangan kerja teknis akan dilakukan di bawah lembaga supervisi dan pelaksana pemagangan yang prima.

Dalam hal beralih dari Pemagangan Kerja Teknis No. 1 ke Pemagangan Kerja Teknis No. 2, pada prinsipnya, pemagangan kerja teknis harus dilanjutkan di bawah pelaksana pemagangan yang sama, namun dalam hal beralih ke Pemagangan Kerja Teknis No. 3, pemagang sendiri dapat memilih pelaksana pemagangan, tidak terbatas pada pelaksana pemagangan yang sebelumnya dari awal hingga Pemagangan Kerja Teknis No. 2.

Selain itu, apabila beralih ke Pemagangan Kerja Teknis No. 3, Anda harus kembali ke negara asal terlebih dahulu selama lebih dari satu bulan sebelum pemagangan kerja teknis dimulai lagi. Ketika beralih ke Pemagangan Kerja Teknis No. 3, Anda akan berpisah dari negara asal hingga 5 tahun, karena itu pastikan untuk menegaskan kembali hubungan Anda dengan negara asal, misalnya dengan menemui keluarga Anda.

Pada saat Pemagangan Kerja No. 3 selesai, wajib mengikuti ujian keterampilan teknis tes kemampuan dan keterampilan teknis (atau ujian evaluasi pemagangan kerja teknis), dan harus menargetkan untuk lulus tes kemampuan dan keterampilan teknis tingkat 2 (atau tingkat atas).

Dalam hal berganti pelaksana pemagangan dalam Pemagangan Kerja Teknis No. 3, kami akan melakukan prosedur untuk mencarikan pekerjaan di lembaga supervisi, namun jika diperlukan, Organisasi Pemagangan Kerja Teknis untuk Orang Asing (selanjutnya disebut “organisasi”) juga akan membantu. Untuk itu silakan jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan organisasi atau konsultasi dalam bahasa ibu Anda. Selain itu, periksa juga laman organisasi karena terdapat panduan di dalamnya.

  • Survei Tindak Lanjut

Ke depannya, terhadap para pemagang kerja teknis yang kembali ke negara asal setelah pemagangan kerja teknis berakhir, kami akan mengadakan survei mengenai penilaian terhadap pemagangan kerja teknis di Jepang dan kondisi bekerja pasca kembali ke negara asal melalui “Survei Tindak Lanjut Terhadap Pemagang Kerja Teknis Setelah Kembali ke Negara Asal”.

Survei ini merupakan survei yang sangat penting untuk menganalisis kondisi aktual dari pemagang kerja teknis, hasil pemagangan, dan untuk membuat sistem pemagangan kerja teknis menjadi lebih baik, dapat berguna bagi Anda pemagang di Jepang, serta para pemagang yang akan datang setelah Anda.

Apabila Anda menerima kuesioner dari lembaga supervisi atau pelaksana pemagangan, mohon diisi dan dikirim kembali setelah kembali ke negara asal.

Harap diketahui bahwa untuk pengiriman kembali tidak dipungut biaya karena ongkos kirim pos akan ditanggung oleh organisasi.

2. Mengenai Undang-Undang Pemagangan Kerja Teknis

Nama resmi undang-undang ini adalah “Undang-Undang mengenai pelaksanaan pemagangan kerja teknis yang benar dan perlindungan terhadap pemagang untuk orang asing” (selanjutnya disebut “UU Pemagangan Kerja Teknis”) <pengumuman: 28 November 2016, berlaku: 1 Nopember 2017>

Undang-Undang ini, dalam rangka mengusahakan pelaksanaan pemagangan kerja teknis yang benar dan untuk melindungi pemagang kerja teknis, i. menetapkan ketentuan yang diperlukan bagi pelaksana pemagangan yang menjalankan pemagangan kerja teknis dan lembaga supervisi yang mengawasi pelaksanaannya, memperkuat sistem supervisi dan bersamaan dengan itu, ii. menetapkan langkah-langkah untuk melindungi pemagang kerja. Ditambah lagi, berkaitan dengan pelaksana pemagangan dan lembaga pengawas yang prima, memungkinkan untuk menjalankan pemagangan kerja teknis yang lebih maju.

Khususnya untuk perlindungan terhadap pemagang kerja teknis, ditetapkan sebagaimana di bawah ini.

  • Pembentukan ketentuan larangan mengenai pelanggaran hak asasi manusia menyangkut pemagang kerja teknis, dan menetapkan hukuman.
  • Apabila ada fakta pelanggaran UU Pemagangan Kerja Teknis pada pelaksana pemagangan atau lembaga supervisi, dalam UU ini dinyatakan bahwa pemagang dapat melapor kepada menteri yang berkompeten. Selain itu, diatur juga tentang hukuman atas perlakuan yang merugikan karena alasan melakukan
  • Di dalam organisasi, diberikan layanan konsultasi, penyediaan informasi, bantuan dan lain-lain kepada pemagang kerja

3. Tanggung Jawab Pemagang Kerja Teknis

Pemagang kerja teknis harus memperoleh ketrampilan dan sebagainya dengan memusatkan dirinya pada pemagangan kerja teknis, dan harus melakukan upaya untuk mentransfer keterampilan dan sebagainya ke negara asal mereka.
(UU Pemagangan Kerja Teknis Pasal 6)

Dengan demikian, Pasal 6 Undang-Undang Pemagangan Kerja Teknis menetapkan tanggung jawab pemagang kerja teknis, dan juga dari tanggung jawab ini telah jelas bahwa pemagang kerja teknis harus mengabdikan dirinya pada pemagangan kerja teknis. Oleh karena itu, setiap orang dari pemagang kerja teknis tidak boleh menanggapi mediasi pekerjaan ke tempat lain, terutama melalui telepon atau surat elektronik. Pada akhirnya, selain uang Anda akan dieksploitasi oleh makelar yang berniat buruk, ada kemungkinan Anda juga menerima hukuman dari undang-undang dan peraturan Jepang.

Berhati-hatilah, karena Anda tidak diperbolehkan melakukan aktivitas kerja di tempat lain.

4. Sikap Dalam Pemagangan Kerja Teknis

  • Awal hari dimulai dengan “salam”

Ketika masuk kerja, mari beri salam dengan semangat.

Dengan memberi salam, Anda dapat mengawali hari dengan perasaan senang, dan dengan saling memberi salam di tempat kerja akan membangun hubungan antar manusia yang penuh harmoni serta atmosfer yang menyenangkan.

Selain itu, dengan berusaha aktif berkomunikasi, membuat hubungan antar manusia di tempat kerja menjadi baik, sehingga peningkatan hasil yang maksimal dalam pemagangan kerja pun dapat diharapkan tercapai.

  • Mematuhi peraturan

Di perusahaan, banyak orang yang bekerja. Semua dapat bertindak dengan lancar itu karena mematuhi peraturan. Dengan mematuhi waktu bekerja dan janji, Anda akan memperoleh kepercayaan. Mari patuhi peraturan yang telah ditetapkan, dan pastikan Anda memahami instruksi dari instruktur magang dan instruktur kehidupan.

  • Mari bersungguh-sungguh dalam menerima petunjuk

Memikirkan hal lain, melamun, melakukan tugas dengan malas, akan membuat petunjuk tidak diterima dengan baik, dan dapat mengundang risiko di tengah pekerjaan.

Mendengarkan petunjuk dan pembicaraan orang yang menjelaskan dengan sungguh-sungguh adalah hal yang penting.

  • Sampai memahami segala sesuatunya

Hal yang paling penting agar pemagangan kerja teknis bergerak maju adalah tidak melanjutkan dalam keadaan tidak paham, tidak tahu, tidak bisa. Terus bekerja tanpa memahami adalah hal yang berbahaya. Bertanyalah berulang kali hingga benar-benar paham tanpa merasa malu.

5. Pemberlakuan Hukum dan Perundang-undangan

Selama Anda tinggal di Jepang, berlaku hukum dan undang-undang Jepang berikut.

Melalui peraturan perundang-undangan ini, hak-hak Anda akan dilindungi sama seperti para pekerja Jepang, tetapi harus diingat pula bahwa ada kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi.

6. Asuransi Pekerja

Asuransi Pekerja adalah sistem nasional yang memberikan manfaat terhadap cedera dan sakit pada saat bekerja atau pada saat pergi bekerja (asuransi kecelakaan kerja), dan manfaat ketika kehilangan pekerjaan (asuransi imbalan kerja).
Diberlakukan secara wajib kepada usaha yang mempekerjakan orang walaupun hanya seorang pekerja sekalipun.

Asuransi Kecelakaan Kerja

  • Dalam hal pekerja mengalami kecelakaan ketika bekerja atau sedang dalam perjalanan dari dan menuju tempat bekerja, akan mendapat manfaat yang dibutuhkan untuk melindungi pekerja sendiri dan
  • Pendaftaran peserta dilakukan oleh pengguna (pelaksana pemagangan). Iuran asuransi ditanggung seluruhnya oleh pengguna, sehingga Anda (pemagang kerja teknis) tidak perlu menanggung

Asuransi Imbalan Kerja

  • Memberikan manfaat yang dibutuhkan untuk mengusahakan kehidupan yang stabil ketika pekerja kehilangan pekerjaannya. Apabila memenuhi persyaratan tertentu, pemagang kerja teknis juga dapat menerima klaim manfaat saat kehilangan kerja karena pelaksana pemagangan bangkrut atau mengecil
  • Pendaftaran peserta asuransi dilakukan oleh pengguna (pelaksana pemagangan).
  • Iuran asuransi imbalan kerja ditanggung oleh pengguna (pelaksana pemagangan) dan pekerja (pemagang kerja teknis). Anda (pemagang kerja teknis) menanggung:

Jumlah upah×Persentase asuransi (Usaha umum 0.3%,usaha pertanian kehutanan dan perikanan 0.4%,usaha konstruksi 0.4%)

Mengenai pembayaran iuran asuransi, pengguna (pelaksana pemagangan) mengurangkan (menarik) dari upah, iuran asuransi imbalan kerja yang menjadi tanggungan Anda, kemudian menyetorkan ke negara. (*) Silakan lihat juga “Pengetahuan Mengenai Penghitungan Upah” (halaman 44).